Huawei Prediksi 2020 Sebagai Tahun Yang Sulit

Huawei Prediksi 2020 Sebagai Tahun yang Sulit,

facebook twitter
function shareFb() {
window.open(“https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://teknologi.inilah.com/read/detail/2559866/Huawei-Prediksi-2020-Sebagai-Tahun-yang-Sulit”, “_blank”);
}
.txt-detail p { margin-bottom:27px; line-height:1.9; }

Beijing – Huawei menyampaikan bahwa pendapatan setahun penuh mereka kemungkinan mulai melonjak 18 persen pada tahun 2019 menjadi 850 miliar yuan atau sekitar Rp1.696 triliun.

Angka ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya karena masuknya Huawei dalam daftar hitam perdangangan AS.

Salah seorang petinggi Huawei, Eric Xu, mengungkapkan angka capaian 2019 kepada karyawan dan pelanggan, sekaligus memperkirakan 2020 sebagai ‘tahun yg sulit’.

Mengutip Reuters, Xu menyampaikan bahwa Huawei tak mungkin tumbuh seperti yg terjadi pada paruh pertama 2019.

Pertumbuhan pendapatan 18 persen pada 2019 lebih rendah dari 2018, ketika pendapatan tahunan Huawei naik 19,5 persen.

Huawei tak memecah angka kuartal keempat, namun menurut perhitungan Reuters berdasarkan pernyataan sebelumnya, pendapatan pada kuartal hingga akhir 31 Desember naik menjadi 239,2 miliar yuan atau sekitar Rp324 triliun.

Angka tersebut naik 3,9 persen dari tahun sebelumnya, dan lebih lambat dari peningkatan 27 persen yg dilaporkan di kuartal ketiga.

“Lingkungan eksternal menjadi lebih rumit dari sebelumnya, dan tekanan terhadap ekonomi global meningkat,” kata Xu.

“Dalam jangka panjang, pemerintah AS mulai selalu menekan pengembangan teknologi, hal yg menantang buat Huawei bagi bertahan dan berkembang,” lanjut dia.

Xu juga menyampaikan bahwa Huawei mengirim 240 juta smartphone tahun 2019, naik 20 persen dari 2018. Huawei cuma menjual yg diluncurkan sebelum larangan diberlakukan.

Huawei dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan AS, salah satunya Google yg menyebabkan pembuat peralatan jaringan telekomunikasi dan produsen smartphone itu kehilangan akses ke Android.

Pemerintah AS menuduh peralatan Huawei menimbulkan risiko keamanan nasional karena bisa digunakan oleh pemerintah China buat memata-matai pengguna. Huawei berulang kali membantah produknya membawa ancaman keamanan.

Dalam pernyataannya, Xu menyampaikan bahwa Huawei pada 2020 mulai ‘berupaya sekuat tenaga’ bagi membangun ekosistem Huawei Mobile Services, akan dari layanan seperti penyimpanan cloud dan galeri aplikasi.

Dia menyebut ekosistem layanan itu sebagai dasar kemampuan Huawei buat menjual perangkat pintar di pasar di luar China.

Layanan mobile Huawei tersebut juga termasuk pengembangan sistem operasi mobile besutan mereka sendiri yg dinamai Harmony.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Januari 2nd, 2020 Kategori: Info Teknologi dan Gadget

Berikan Tanggapan untuk :Huawei Prediksi 2020 Sebagai Tahun Yang Sulit

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *