Pasar Gamer Lokal Semakin Turun, Salah Siapa?

Pasar Gamer Lokal Semakin Turun, Salah Siapa?,

var switchTo5x=true;stLight.options({publisher: “6a125b92-4919-499e-b765-ca9abfd19b68”, doNotHash: false, doNotCopy: false, hashAddressBar: false}); facebook twitter

Jakarta – Founder dan kepala bidang games Cakra (Cipta Kreasi Indonesia) Ivan Chen menyampaikan bahwa pangsa pasar game buat pengembang lokal semakin tergerus.

“Dua tahun yg dahulu 1,2 persen, sekarang kurang dari 1 persen, jadi selalu menerus tergerus,” ujar Ivan ditemui usai penandatanganan MoU antara asosiasai industri kreatif Cakra dengan True Axion Interactive di Jakarta, baru ini.

Hal tersebut menurut Ivan dikarenakan Indonesia belum memiliki program yg jelas bagi game.

Malaysia misalnya, mendapat dukungan dari pemerintah berupa program penggaji pegawai di mana pemerintah Malaysia menanggung setengahnya. Artinya, gaji pegawai yg yaitu kebutuhan terbesar di industri kreatif, 50 persen ditanggung oleh pemerintah.

“Kita enggak mampu kenapa? karena kalian cuma mengenal barang dan jasa, enggak kenal IP(Intellectual Properties), jadi pendanaan di IP enggak ada,” ujar Ivan.

Terlebih, ketika ini game dijadikan sesuatu dengan aplikasi dalam subsektor Badan Ekonomi Kreatif yg dinilai Ivan kurang tepat karena memiliki “nature” yg berbeda.

Sebagai informasi, data dari Asosiasi Cakra memperlihatkan bahwa dari 255,7 juta populasi di Indonesia, 66 juta diantaranya yaitu populasi online, 42,8 juta yaitu gamers dan 56 persen mengeluarkan dana bagi melakukan pembelian games online.

Dari seluruh subsektor kreatif di Indonesia, industri game mencetak Compound Annual Growth Rate (CAGR) tertinggi hingga 200 persen setiap tahunnya.

Pendapatan industri game di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 321 juta dolar AS, 2016 sebesar 704 juta dolar AS dan sudah membukukan 879.7 juta dolar AS sepanjang semester pertama 2017.

Bahkan, pada tahun 2016 Indonesia berada di urutan ke 17 dari 20 top negara dengan pendapatan game tertinggi di dunia, dan no.1 di Asia Tenggara.

Sayangnya, dari besarnya pasar game di Indonesia, market share yg dikuasi oleh pengembang lokal cuma kurang dari 1 persen dan 99 persen lebih lainnya dikuasai oleh asing. [tar]

ul.spt { list-style-type: none; margin: 0; padding: 0; overflow: hidden; } ul.spt li { float: left; } ul.spt li span { display: block; width: 60px; height: 60px; margin-right: 5px; /*background-color: green;*/ border:1px solid silver; } .spt-text { font-weight: 700; }

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Agustus 6th, 2017 Kategori: Info Teknologi dan Gadget

Berikan Tanggapan untuk :Pasar Gamer Lokal Semakin Turun, Salah Siapa?

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *