Penggunaan Aplikasi Spyware Android Meningkat

Penggunaan Aplikasi Spyware Android Meningkat,

var switchTo5x=true;stLight.options({publisher: “6a125b92-4919-499e-b765-ca9abfd19b68”, doNotHash: false, doNotCopy: false, hashAddressBar: false}); facebook twitter

Jakarta – Dunia maya kini dibanjiri alat spyware komersial buat OS Android dan diperjualbelikan dengan harga cukup murah, cuma dua dolar AS saja.

Spyware ini dipromosikan oleh penciptanya sebagai sebuah perangkat lunak yg sah dan bermanfaat bagi memonitor keluarga dan orang yg dicintai.

Sementara itu, Kaspersky Lab menemukan lebih dari 120.000 penggunanya berhadapan dengan spyware komersial ini di sembilan bulan pertama tahun 2017 atau hampir beberapa kali lipat pada periode yg sama seandainya dibandingkan tahun 2016 (lebih dari 70.000).

“Spyware komersial adalah sebuah contoh perangkat lunak yg dianggap sah dan bahkan membantu, namun sebenarnya menimbulkan sejumlah besar ancaman untuk penggunanya,” ujar Alexey Firsh, pakar keamanan di Kaspersky Lab, dalam informasi tertulisnya.

“Pemasangan aplikasi semacam itu yaitu langkah yg berpotensi memberikan risiko, yg bahkan mampu menyebabkan infeksi lebih lanjut dari malware yg menyebabkan konsekuensi lebih parah,” sambung dia.

Karena meningkatnya penggunaan aplikasi semacam itu, maka para ahli Kaspersky Lab melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi spyware yg paling populer, kemudian menemukan sejumlah persoalan keamanan yg bisa membahayakan tak cuma perangkat itu sendiri, namun juga buat data pribadi penggunanya.

Pertama, sebagian besar aplikasi spyware komersial didistribusikan dari situs dan landing pages punya mereka sendiri, buat menghindari pemeriksaan keamanan dari pasar online resmi.

Akibatnya, ketika menginstal aplikasi ini Anda perlu ‘allow install of non-market applications’, yg berarti bahwa perangkat pengguna tak dilindungi terhadap aksi infeksi lebih lanjut oleh malware.

Beberapa fitur mata-mata bekerja cuma pada perangkat yg di-rooted, dan banyak vendor merekomendasikan agar pengguna mendapatkan hak akses “superuser”. Namun, hak root memberi Trojans kemampuan yg hampir tidak ada habisnya dan membiarkan perangkat tersebut tak berdaya melawan serangan penjahat siber.

Para ahli Kaspersky Lab juga secara krusial menemukan bahwa aplikasi spyware banyak menimbulkan ancaman terhadap keamanan data pribadi, karena kelemahan keamanan produk dan perilaku pengembang yg ceroboh.

Banyak dari mereka mengunggah data pribadi korban ke pusat komando dan kontrol. Setelah diunggah, pengembang cenderung tak memperhatikan keamanan, dan akhirnya data pribadi tersebut bisa diakses oleh segala orang.

Para ahli Kaspersky Lab menyarankan pengguna bagi melakukan tindakan berikut bagi melindungi perangkat dan data pribadi mereka dari serangan siber yg mungkin terjadi.

– Jangan root perangkat Android Anda, karena ini mulai membuka kemampuan yg hampir tidak terbatas ke aplikasi berbahaya,

– Nonaktifkan kemampuan buat menginstal aplikasi dari sumber selain dari toko aplikasi resmi,

– Selalu perbaharui versi OS dari perangkat Anda, hal ini berguna buat mengurangi kerentanan pada perangkat lunak dan mengurangi risiko serangan,

– Instal solusi keamanan yg sudah terbukti bagi melindungi perangkat Anda dari serangan siber,

– Selalu lindungi perangkat Anda dengan kata kunci, PIN atau sidik jari, sehingga penyerang tak mampu mengakses perangkat Anda secara manual.

ul.spt { list-style-type: none; margin: 0; padding: 0; overflow: hidden; } ul.spt li { float: left; } ul.spt li span { display: block; width: 60px; height: 60px; margin-right: 5px; /*background-color: green;*/ border:1px solid silver; } .spt-text { font-weight: 700; }

var adstir_vars = { ver: “4.0”, app_id: “MEDIA-5c2ce44e”, ad_spot: 1, center: false };

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Desember 2nd, 2017 Kategori: Info Teknologi dan Gadget

Berikan Tanggapan untuk :Penggunaan Aplikasi Spyware Android Meningkat

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *