Perusahaan Teknologi AS Siap Perang Lawan Nyamuk

Perusahaan Teknologi AS Siap Perang Lawan Nyamuk,

var switchTo5x=true;stLight.options({publisher: “6a125b92-4919-499e-b765-ca9abfd19b68”, doNotHash: false, doNotCopy: false, hashAddressBar: false}); facebook twitter

San Francisco – Perusahaan-perusahaan teknologi AS memperkenalkan otomatisasi dan robotika kepada petugas pemberantasan nyamuk sebagai sebuah tawaran bagi menghentikan penyebaran virus Zika dan penyakit lainnya yg ditularkan nyamuk di semua dunia.

Perusahaan-perusahaan termasuk Microsoft dan perusahaan yang berasal California yg berkecimpung dalam kegiatan yg bermanfaat untuk manusia, Verily, membentuk kemitraan dengan berbagai institusi kesehatan publik di dua negara bagian di AS buat menguji beragam perangkat berteknologi tinggi.

Di Texas, Microsoft menguji perangkap nyamuk cerdas bagi mengisolasi dan menangkap nyamuk Aedes aegypti, yg dikenal sebagai pembawa virus Zika, buat keperluan studi oleh ahli serangga buat memberikan mereka lompatan dalam memprediksi wabah.

Verily, salah sesuatu divisi Alphabet yg mempelajari ilmu yg bermanfaat untuk umat manusia yg berpusat di Mountain View, California, berusaha buat mempercepat proses buat mengembangbiakkan nyamuk jantan yg mandul bagi kawin dengan nyamuk betina di alam liar, sebagai pembatasan pengembang biakkan spesies tersebut.

Meskipun butuh bertahun-tahun hingga segala kemajuan yg dicapai tersedia secara luas, namun para pakar kesehatan publik menyampaikan para pemain baru ini membawa pemikiran segar bagi mengendalikan serangga penular penyakit, yg masih sangat mengandalkan pertahanan tradisional lewat pembasmi larva dan insektisida.

“Menarik sekali ketika perusahaan teknologi juga ikut bergabung. Pendekatan mereka pada tantangan biologi adalah bagi merekayasa solusi,” ujar Anandasankar Ray, seorang asisten profesor entomologi di the University of California, Riverside, seperti dilansir VOA News.

Perangkat cerdas

Epidemi Zika yg muncul di Brasil pada 2015 dan menyebabkan ribuan bayi mengalami cacat lahir sudah mendorong desakan buat dilancarkan upaya tersebut.

Meskipun kasus-kasus yg terjadi terbukti sudah melambat, nyamuk-nyamuk yg bisa membawa virus sepeti Aedes aegypti dan Aedes albopictus menyebar luas di benua Amerika, termasuk dua kawasan di bagian selatan AS.

Mayoritas dari 5.365 perkara Zika yg dilaporkan di AS sejauh ini berasal dari para pelancong yg tertular virus di tempat lain. Tetap, beberapa negara bagian, Texas dan Florida, sudah mencatat kasus-kasus yg ditularkan oleh nyamuk-nyamuk lokal, membuatnya menjadi lahan ujian buat teknologi baru.

Di Texas, 10 perangkap nyamuk yg dibuat oleh Microsoft beroperasi di Harris County, termasuk kota Houston.

Kurang lebih seukuran kandang burung berukuran besar, alat-alat ini memakai robotika, sensor infra merah, pembelajaran mesin, dan komputasi awan buat menolong para petugas mengamati seksama potensi adanya vektor penyakit.

Texas mencatat adanya enam perkara penularan virus Zika oleh nyamuk lokal di bulan November dan Desember tahun lalu. Para pakar yakin angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena kebanyakan mereka yg terinfeksi tak memamerkan adanya gejala.

Wanita hamil berisiko tinggi karena mereka bisa menularkan virusnya ke janin, yg mengakibatkan adanya beragam cacat lahir.

Cacat lahir tersebut bentuknya antara yang lain adalah mikrosefali, sebuah keadaan dimana bayi yg lahir dengan keadaan tersebut mulai memiliki ukurang tengkorak dan otak yg lebih kecil dari ukuran normal. Organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menyatakan Zika sebagai keadaan darurat global pada bulan Februari 2016.

Kebanyakan perangkat nyamuk konvensional menangkap segala serangga yg tiba ngengat, lalat, dan varietas nyamuk lain, yg meninggalkan tumpukan spesimen yg harus dipilah-pilah kembali oleh ahli serangga.

Mesin buatan Microsoft membedakan serangga dengan mengukur fitur unik dari setiap spesies: bayangan yg dihasilkan dari kepakan sayapnya. Saat sebuah perangkap mendeteksi nyamuk Aedes aegypti di salah sesuatu dari 64 ruangnya, pintu perangkap segera menutup.

“Mesin tersebut mengambil keputusan apakah bagi menjebak serangga tersebut dalam perangkap atau tidak,” ujar Ethan Jackson, seorang insinyur Microsoft yg mengembangkan alat itu.

Pada pengujuan di Houston, yg dimulai musim panas yg lalu, memperlihatkan perangkap tersebut mampu mendeteksi nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk yang lain yg dari segi medis utama dengan tingkat akurasi 85 persen, papar Jackson.

Mesin terebut juga mencatat bayangan yg dibuat oleh serangga-serangga lainnya selain juga keadaan lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Data yg ada bisa digunakan bagi membangun model model buat memprediksi di mana dan kapan nyamuk aktif.

Mustapha Debboun, direktur divisi pengendalian nyamuk dan serangga vektor di Harris County, menyampaikan bahwa perangkap tersebut bisa menghemat waktu dan memberi lebih banyak wawasan para peneliti terkait perilaku nyamuk.

“Dari segi ilmu pengetahuan dan riset, ini adalah mimpi yg menjadi kenyataan,” ujar Debboun.

Perangkap ini masih dalam tahap purwarupa pada ketika ini. Namun, Ethan Jackson menyampaikan Microsoft berharap suat ketika mulai bisa menjualnya dengan harga dua ratus dolar per unitnya, kurang lebih sama dengan harga perangkap konvensional. Tujuannya adalah bagi mendorong adopsi secara luas, khususnya di negara-negara berkembang, buat mendeteksi potensi epidemi sebelum muncul.

“Apa yg menjadi harapan kalian adalah [perangkap] ini mulai memungkinkan kalian buat membasmi nyamuk dengan lebih akurat dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Jackson.

Memilah-milah nyamuk dengan robot

Sementara itu, perusahaan-perusahaan lainnya, mengembangkan teknologi bagi menekan populasi nyamuk jantan Aedes aegypti dengan membuatnya mandul. Saat serangga jantan mandul kawin dengan serangga betina di alam liar, telur-telurnya tak mulai menetas.

Strategi ini menawarkan alternatif selain pestisida kimiawi.

Namun, butuh jutaan nyamuk yg dikembang biakkan di laboratorium bagi dilepaskan ke alam bebas. Nyamuk jantan tak menggigit, sehingga membuatnya lebih gampang bagi dijual di tempat-tempat yg sekarang menjadi lokasi uji coba.

Oxitec, divisi dari Germantown yg berpusat di Inggris, yg yaitu bagian dari Intrexon Corp sedang mengembang biakkah nyamun jantan yg telah dimodifikasi secara genetik menjadi mandul.

Perusahaan tersebut sudah menyebarluaskannya di Brasil, dan sedang menunggu persetujuan dari pihak berwenang bagi melakukan uji mencoba di Florida dan Texas.

MosquitoMate, sebuah perusahaan rintisan yg dibentuk sekelompok peneliti di the University of Kentucky, memakai bakteri yg ada di alam yg disebut Wolbachia bagi membuat nyamuk jantan mandul.

Satu dari tantangan terbesar adalah memilah-milah nyamuk berdasarkan macam kelamin.

Di laboratorium MosquitoMate di Lexington, nyamuk-nyamuk yg belum dewasa dipaksa bagi melewati mekanisme mirip saringan yg memisahkan nyamun jantan yg lebih kecil dari nyamuk betina. Nyamuk-nyamuk ini kemudian dipilah-pilah dengan tangan bagi menyingkirkan nyamuk betina yg lolos dari mekanisme tersebut.

“Pada dasarnya pekerjaan ini dikerjakan secara manual,” ujar Stephen Dobson, direktur penting MosquitoMate.

Perkenalkan Verily. Perusahaan ini mengotomatisasi penyaringan nyamuk dengan robot bagi membuatnya lebih cepat dan lebih terjangkau. Para pejabat di perusahaan tersebut menolak bagi diwawancara. Namun di situs web-nya, Verily menyatakan bahwa mereka mengombinasikan sensor, algoritma, dan ‘rekayasa inovatif’ bagi mempercepat prosesnya.

Verily dan MosquitoMate sudah bekerja sama buat menguji teknologi mereka di Fresno, California, dimana Aedes aegypti datang pada tahun 2013.

Para pejabat khawatir warga yg tertular Zika dari tempat yang lain mampu menyebarkannya di Fresno apabila mereka digigit nyamuk lokal yg kemudian menyebarkan virusnya ke orang lain.

“Ini sangat menjadi keprihatinan kalian karena ini adalah serangga penular penyakit yg penting seperti demam berdarah, chikungunya, dan pastinya Zika,” ujar Steve Mulligan, manajer Consolidated Mosquito Abatement District di Fresno County.

Studi, yg masih menunggu persetujuan dari negara bagian dan federal, dijadwalkan suatu hari di musim panas.

var adstir_vars = { ver: “4.0”, app_id: “MEDIA-5c2ce44e”, ad_spot: 1, center: false };

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Juli 17th, 2017 Kategori: Info Teknologi dan Gadget

Berikan Tanggapan untuk :Perusahaan Teknologi AS Siap Perang Lawan Nyamuk

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *